Ruang Redaksi – Dokumen resmi Kemendagri, BNPB, dan BMKG menunjukkan bahwa Indonesia memasuki puncak musim hujan November 2025 – Februari 2026, dengan dominasi bencana hidrometeorologi 99% seperti banjir, cuaca ekstrem, angin kencang, tanah longsor, hingga kemunculan satwa liar yang berpindah habitat.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Pemerintah pusat juga menekan seluruh daerah untuk, meningkatkan kewaspadaan masyarakat dan Mengaktifkan posko kebencanaan serta Memastikan layanan darurat dapat diakses cepat oleh warga.

Untuk mengahadapi hal tersebut, sejumlah  daerah telah melaksanakan apel kesiapsiagaan untuk mengantisipasi potensi bencana, salah satunya Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat.

Merespons hal tersebut, UPTD Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Polewali Mandar memperkuat kesiapsiagaan personelnya di seluruh pos, termasuk Pos Markas Besar Matakali, Pos Kecamatan Wonomulyo, Campalagian, dan Pos Kecamatan Tinambung.

Kepala UPTD Damkar Polman, Imran menegaskan jika pihaknya tidak hanya bertugas menangani kebakaran, tetapi juga seluruh bentuk kedaruratan publik, mulai dari evakuasi hewan, penanganan bahan berbahaya, pertolongan kecelakaan, hingga bantuan warga saat terdampak banjir atau tidak dapat bergerak karena sakit.

“Kami sarankan warga menyimpan nomor Damkar yang mudah dijangkau. Begitu ada kondisi darurat, segera hubungi kami. Tindakan cepat sering kali menentukan keselamatan,” jelasnya.

Pihaknya juga mengingatkan bahwa periode penghujung tahun selalu menjadi fase krusial. Selain risiko kebakaran rumah akibat korsleting di musim lembap, intensitas curah hujan ekstrem juga berpotensi memicu masuknya satwa berbisa ke wilayah permukiman.

“Langkah kecil seperti membersihkan halaman, menutup celah rumah, memastikan drainase lancar, dan menghindari menimbun sampah bisa membantu menurunkan risiko,” ungkapnya.

Imran juga berkomitmen untuk meningkatnya potensi bencana hidrometeorologi, untuk siaga penuh sepanjang 24 jam, setiap hari.

“Kita tetap standby 24 Jak, keselamatan warga adalah prioritas kami,” jelasnya.

Masyarakat diimbau untuk segera melapor bila menemukan :

  1. Satwa liar seperti ular, biawak, tawon
  2. Kebakaran rumah atau lahan
  3. Potensi korsleting listrik
  4. Kondisi kedaruratan lainnya