Ruang Redaksi — Realisasi program unggulan Manunggal Air dalam perhelatan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Kodim 1402/Polman terus menunjukkan tren positif. Memasuki pekan ini, pengerjaan sarana air bersih di Dusun Batumenganga, Desa Bulo, Kecamatan Bulo, Kabupaten Polewali Mandar, dilaporkan telah mencapai progres 55 persen, Minggu (1/3/2026).
Pekerjaan yang mengandalkan sistem sumur bor tersebut kini memasuki tahap krusial, yakni pemasangan tandon raksasa. Fasilitas ini berfungsi sebagai penampung sentral sebelum air bersih didistribusikan langsung ke rumah-rumah warga.
Komandan SSK TMMD ke-127 Kodim 1402/Polman, Kapten Inf Subarkah, menegaskan bahwa Manunggal Air merupakan sasaran tambahan prioritas. Fokus utamanya adalah menjamin ketersediaan kebutuhan dasar masyarakat yang selama ini sulit terjangkau.
”Sistemnya menggunakan sumur bor dengan tandon sebagai penampungan utama. Air dari sumber akan disaring dan ditampung terlebih dahulu untuk memastikan kualitasnya sebelum dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat,” ujar Kapten Inf Subarkah.
Ia menjelaskan, kehadiran fasilitas ini diproyeksikan menjadi solusi permanen bagi warga Dusun Batumenganga. Selama ini, warga kerap didera kesulitan mendapatkan pasokan air bersih yang layak, terutama saat memasuki musim kemarau panjang.
Program Manunggal Air sendiri merupakan pengejawantahan dari program unggulan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, yang diintegrasikan ke dalam kegiatan TMMD di seluruh pelosok negeri.
Dalam pelaksanaan TMMD ke-127 kali ini, Kodim 1402/Polman telah memetakan lima titik strategis pembangunan sarana air bersih, yang terdiri dari:
Tiga Unit Sumur Bor menggunakan sistem pompa dan tandon penampung dan dua Unit Sumur Gali: Menggunakan penguatan dinding cincin beton untuk menjamin keamanan dan kebersihan sumber air.
“Dengan total lima titik ini, kami optimis kebutuhan air bersih masyarakat di wilayah sasaran TMMD dapat terpenuhi secara merata dan berkelanjutan,” tambah Kapten Inf Subarkah.
Akselerasi pembangunan ini menjadi bukti nyata bahwa TMMD tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur fisik semata, tetapi juga menyentuh aspek vital yang berkaitan langsung dengan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat pedesaan.




