Ruang Redaksi — Suasana khidmat menyelimuti Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata pada Selasa (03/02/2026). Di antara barisan nisan para pejuang, nampak tokoh perempuan Sulawesi Barat, Fatmawaty Salim, melakukan ziarah yang sarat akan makna dan penghormatan bagi putra-putra terbaik tanah Mandar.
Setelah memberikan penghormatan di pusara mendiang suaminya, Mayjen TNI (Purn) Salim S. Mengga, Fatmawaty melanjutkan langkahnya menuju makam mantan Wakapolri asal Mandar yang juga disemayamkan di lokasi tersebut.
Ziarah ini bukan sekadar kunjungan personal, melainkan simbolisasi rasa bangga terhadap jejak pengabdian tokoh-tokoh Mandar di level nasional. Di depan pusara mantan Wakapolri tersebut, Fatmawaty berdiri memanjatkan doa dengan kepala tertunduk penuh haru.
“Kami kehilangan banyak putra terbaik Mandar. Mereka telah menghibahkan hidupnya untuk negara,” ujar Fatmawaty dengan nada suara yang tenang namun bergetar.
Bagi beliau, keberadaan para tokoh ini di TMP Kalibata adalah bukti nyata bahwa semangat “Mandar” selalu hadir dalam setiap lembar sejarah perjuangan Indonesia.
Lebih dari sekadar mengenang masa lalu, Fatmawaty menegaskan bahwa kunjungan ini membawa misi pengingat bagi generasi penerus di Sulawesi Barat. Ia berharap keteladanan yang ditinggalkan para pendahulu tidak memudar ditelan waktu.
“Saya datang bukan hanya untuk mendoakan, tetapi juga untuk mengingatkan diri sendiri dan kita semua bahwa pengabdian tidak pernah berhenti, meski seseorang telah tiada. Apa yang mereka tinggalkan adalah teladan, dan tugas kitalah meneruskan semangat itu,” tegasnya.
Ziarah emosional ini ditutup dengan harapan agar masyarakat Sulawesi Barat terus merawat memori kolektif terhadap para pahlawannya. Baginya, jejak perjuangan yang terukir di Jakarta harus menjadi pemantik semangat pembangunan di tanah kelahiran mereka di Sulawesi Barat.
Momen ini menjadi pengingat kuat bahwa meski raga telah beristirahat, kontribusi para putra Mandar akan tetap abadi dalam ingatan bangsa dan menjadi fondasi bagi masa depan provinsi ke-33 tersebut.




