Ruang Redaksi – Isak tangis menyelimuti Desa Galung Tulu, Kecamatan Balanipa, Polewali Mandar, Sabtu malam (28/2/2026). Di tengah kekhusyukan ibadah shalat Tarawih, warga dikejutkan oleh kobaran api raksasa yang melalap pemukiman padat penduduk hingga menghanguskan puluhan rumah
Data sementara yang diperoleh ada sekitar 29 rumah yang hangus terbakar, sementara sejumlah rumah mengalami kerusakan.
Syawal, salah satu warga yang berada di lokasi saat kejadian, menceritakan detik-detik mencekam saat api mulai menguasai desa.
Menurutnya, kecepatan api menjalar membuat warga tidak memiliki kesempatan untuk menyelamatkan harta benda.
“Tidak ada yang sempat menyelamatkan barang-barang. Warga semua sedang shalat Tarawih di masjid saat api pertama kali muncul,” ujar Syawal sat ditemui dilokasi.
Ia mengisahkan, awalnya api hanya terlihat membakar dua unit rumah di tengah pemukiman. Namun, situasi berubah menjadi horor ketika suara ledakan keras mulai terdengar berkali-kali.
“Awalnya hanya dua rumah yang saya lihat terbakar, kemudian ada ledakan, sepertinya suara tabung gas. Api kemudian langsung menjalar ke rumah warga lainnya, menyebar sampai ke arah pantai. Di sana juga sama, terdengar suara ledakan tabung lagi,” sebutnya.
Karena mayoritas rumah di dusun padat tersebut bermaterial kayu dan saling berdempetan, api berpindah dalam hitungan detik. Syawal mengaku warga hanya bisa terpaku melihat rumah mereka rata dengan tanah karena api terlalu besar untuk dipadamkan dengan alat seadanya.
“Saya tidak bisa pastikan sumber api awalnya dari mana, yang jelas api dari tengah-tengah pemukiman. Semuanya habis, warga hanya punya baju yang menempel di badan,” ungkapnya.
Tragedi ini kian memilukan setelah satu orang warga dilaporkan meninggal dunia. Korban diduga mengalami serangan jantung akibat syok berat melihat lingkungan tempat tinggalnya menjadi lautan api.
“Tadi korban sempat dilarikan ke rumah keluarganya, lalu dibawa ke Puskesmas, tapi nyawanya tidak tertolong,” ujar Sekretaris Desa, Muhammad Sukri.
Hingga saat ini, puluhan kepala keluarga terpaksa mengungsi ke rumah kerabat dan posko darurat. Sementara itu, pihak kepolisian masih menyelidiki penyebab pasti api.




