Ruang Redaksi – Jenazah seorang warga di Kecamatan Tappalang, Mamuju, Sulawesi Barat, terpaksa harus ditandu dengan berjalan kaki dari Desa Saletto menuju rumah duka di Desa Bela, Kecamatan Tapalang, karena akses jalan rusak dan tidak bisa dilewati ambulans.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Jenazah warga itu bernama Alminuddin (50) mantan kepala dusun (Kadus) ditandu kerumah duka lantaran, Alimuddin sebelumnya meninggal di rumah keluarganya di Desa Saletto, Selasa (18/11/2025) malam.

Warga secara bergotong royong menandu jenazah tersebut sejauh 18 kilometer melewati jalan rusak dengan beragam kondisi. Mulai tanah licin, lalu menanjak dengan kontur tanah bebatuan bahkan mereka juga harus menyeberangi sungai lantaran tidak adanya akses jembatan diwilayah tersebut.

Para warga menandu menggunakan bambu dan sarung. Mereka menandu jenazah secara bergantian sejak malam hingga pagi hari, yang hanya mengandalkan senter sebagai pencahayaan.

Sebelumnya, Almarhum sempat menjalani perawatan dirumah sakit, namun karena kondisinya tidak kunjung membaik anaknya inisiatif mengeluarkan dari rumah sakit dan dibawa kerumah keluarga untuk  dirawat sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Sekertaris Desa Bela, Risban, mengatakan, jenazah Almarhum dibawa ke Desa Taan menggunakan ambulans dan selanjutnya ditandu ke rumah duka sekitar 4 jam lebih perjalanan.

“Dari Tappalang ke Bela di tandu sebab tidak bisa dilalui oleh roda dua dan memenag setiap ada orang yang kena penyakit itulah kebiasaan kami di Desa menandu dari Bela ke Tappalang, begitupun kalau meninggal kami antar dari Tappalang ke Bela,” kata Risban, kepada wartawan.

Kondisi seperti ini kata TlRisban sudah terjadi sejak puluhan tahun silam, akses menuju desanya rusak parah sehingga tidak dapat dilalui kendaraan.

“Memang kita sering seperti ini karena kondisi jalan tidak memadai, itu melewati sungai, kondisinya sudah lama sekali. Sudah ada elrespon pemerintah tapi memang kondisi jalan sudah rusak berat,” ujarnya.

Ia menjelaskan jika jenazah warganya di tandu selama 4 jam mulai dari pukul 01:00 dinihari hingga pukul 06:00 WITA pagi.

“Jadi harapan kami supaya pemerintah bisa lebih memperhatikan jalan, karena itu lah satu-satunya jalan kami,” harapnya.