Ruang Redaksi – Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar), Suhardi Duka (SDK), menghadiri pembukaan Festival Literasi Sulbar 2026 yang mengusung tema “Menuju Sulbar Cerdas Melalui Gerakan Sulbar Mandarras” di Gedung Perpustakaan Daerah Sulbar, Mamuju, Selasa (15/9/2026).
Kegiatan strategis yang bertujuan memacu budaya baca masyarakat tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Republik Indonesia, Prof. E. Aminudin Aziz.
Dalam sambutannya, Gubernur Suhardi Duka menegaskan bahwa penguatan literasi dan gerakan Mandarras (membaca) merupakan kunci utama penentu masa depan pembangunan manusia di Sulawesi Barat.
Ia menyampaikan apresiasi tinggi atas kolaborasi sinergis dan bantuan konkrit yang dikucurkan Perpusnas ke wilayahnya.
“Kata kuncinya, literasi dan mandarras adalah kunci masa depan. Kami sangat terbantu oleh Pak Prof. Aminudin terhadap penguatan gerakan literasi di Provinsi Sulbar, termasuk hadirnya program KKN Tematik Literasi yang sangat terasa dampaknya,” ujar Suhardi Duka.
Mengevaluasi implementasi Gerakan Sulbar Mandarras, Gubernur menegaskan komitmen Pemprov Sulbar agar tidak ada lagi siswa sekolah yang lulus tanpa membaca minimal 20 buku. Bahkan, target tersebut berpotensi dinaikkan pada tahun-tahun mendatang melihat respons positif dari lingkungan sekolah.
“Pokoknya ini jalan terus. Jika evaluasi menunjukkan beban 20 buku masih terasa ringan bagi siswa, targetnya akan kita tingkatkan menjadi 30 buku,” tegas SDK optimis.
Gubernur juga memastikan ketersediaan pasokan bahan bacaan berkualitas di seluruh satuan pendidikan telah dipersiapkan dengan matang untuk mendukung kebijakan tersebut.
Sementara itu, Kepala Perpusnas RI, Prof. E. Aminudin Aziz, menjelaskan bahwa Festival Literasi Sulbar 2026 merupakan bagian dari program jangka panjang Perpusnas bersama pemerintah daerah guna memicu gerakan literasi di tingkat sekolah hingga komunitas desa.
Rangkaian festival yang didanai melalui skema alokasi dana non-fisik ini melibatkan pelajar jenjang TK hingga SMA melalui beragam kompetisi berbasis buku, seperti menggambar, resensi buku, hingga lomba bertutur.
“Kami meyakini buku adalah media terbaik untuk mengawali peningkatan kecakapan literasi. Kegiatannya sangat semarak berkat komitmen penuh Pak Gubernur melalui Gerakan Sulbar Mandarras,” kata Prof. Aminudin.
Ia menambahkan, program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) Perpusnas sangat selaras dengan visi Gubernur Sulbar dalam mewujudkan masyarakat cerdas.
Sebagai bentuk dukungan berkelanjutan, Perpusnas bersama perguruan tinggi setempat meluncurkan KKN Tematik Literasi di 65 lokasi desa dengan menerjunkan hingga 1.000 mahasiswa.
Selain itu, Perpusnas terus memperkuat pendampingan melalui relawan literasi serta penyiapan program bantuan buku fisik ke desa dan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) yang dijadwalkan bergulir kembali secara masif pada 2027. (Rls)




