Ruang Redaksi – Kebakaran hebat menghanguskan satu unit rumah dan gudang di Lingkungan Pappota, Kelurahan Lembang, Kecamatan Banggae Timur, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, pada Jumat (23/1/2026) siang.
Meski tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden ini, kerugian materiil ditaksir mencapai ratusan juta rupiah lantaran seluruh bangunan beserta isinya ludes dilalap api.
Peristiwa bermula saat pemilik rumah sedang duduk bersantai di teras rumah. Ia sempat melihat kepulan asap, namun mengira asap tersebut berasal dari tetangga yang sedang membakar sampah. Kepanikan baru terjadi ketika api dengan cepat membesar dan menjalar ke seluruh bagian rumah.
Seluruh pakaian, perabot rumah tangga, hingga isi gudang tidak dapat diselamatkan dari amuk si jago merah.
Warga sekitar sempat berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Namun, besarnya kobaran api membuat upaya tersebut tidak membuahkan hasil signifikan.
Api baru berhasil dikendalikan setelah tiga unit armada Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Majene diterjunkan ke lokasi. Petugas berjibaku selama lebih dari satu jam untuk memadamkan api dan melakukan pendinginan guna mencegah api merambat ke rumah warga lainnya.
Berdasarkan dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh hubungan arus pendek listrik (korsleting) yang berasal dari salah satu kamar di rumah tersebut. Percikan api diduga menyambar material yang mudah terbakar sehingga api cepat membesar.
Pemilik rumah, Rubama, mengatakan, jika ia hanya bisa pasrah melihat rumahnya terbakar. Api cepat membesar sehingga tidak ada barang yang sempat diselamatkan.
“Saat kejadian saya duduk diteras, saya sempat melihat asap, tetapi tetangga saya bilang ada yang bakar rumput sehingga saya tidak menyangka kalau api itu berasal dari dalam rumah,” kata Rubama kepada wartawan.
Menurutnya, akibat dari kebakaran ini ia mengalami kerugian ditaksir mencapai 150 juta, rumah dan isinya hangus terbakar.
“Tidak ada yang bisa saya selamatkan, pakaian, perabot dan barang berharga lainnya hangus terbakar,” ungkapnya.
Ia menduga kebakaran ini dipicu akibat korsleting listrik, meski demikian ia tetap menunggu hasil penyelidikan dari pihak yang berwenang.
Saat ini pihak kepolisian Polres Majene telah melakukan olah TKP dan memasang garis Polisi di lokasi kejadian guna kepentingan penyelidikan.




