Ruang Redaksi — Wakil Gubernur Sulawesi Barat Salim S. Mengga menghadiri Pelantikan Pengurus Petani Milenial Sulawesi Barat Periode 2025–2030 yang digelar di Ballroom Andi Depu, Lantai 3 Kantor Gubernur Sulawesi Barat, Selasa (24/11/2025).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kehadiran petani milenial dinilai menjadi langkah strategis untuk mempercepat modernisasi pertanian sekaligus menjawab tantangan daya saing produk lokal.

Dalam sambutannya, Wagub menegaskan bahwa masuknya generasi muda ke sektor pertanian membawa pembaruan besar, mulai dari pola pikir, pemanfaatan teknologi, hingga strategi pemasaran.

“Campur tangan para pemuda dalam pertanian merupakan hal yang baru. Dengan adanya petani milenial, kita berharap produk perkebunan dan pertanian kita ke depan bisa lebih kompetitif,” ujar Wagub.

Salim S. Mengga juga menyinggung kondisi pertanian Sulbar yang menurutnya belum maksimal meski memiliki potensi agraris yang besar. Ia mengisahkan kembali perjalanan komoditas kakao di Sulbar yang bermula pada tahun 1980.

“Sulawesi Barat, produk perkebunan dan pertaniannya belum bisa dikatakan berhasil walau daerah ini agraris yang luar biasa. Saya teringat tahun 1980 ketika orang tua saya menjadi bupati. Waktu itu belum ada kakao. Beliau ke Medan membeli bibit dan menyebarkannya di Polman. Petani menolak, bertanya apa ini tanaman. Beliau berkata, ‘Ini kakao.’ Mereka bertanya lagi, siapa yang akan beli? Almarhum menjawab, ‘Kalau tidak ada yang mau beli, saya beli.’ Akhirnya ditanam, dan tiga tahun kemudian berproduksi dengan harga bagus. Dari situlah kakao menyebar sampai ke Mamuju Utara,” kenangnya.

Melalui kisah tersebut, Wagub menekankan bahwa terobosan besar kerap lahir dari keberanian mengambil langkah baru.

Menutup sambutannya, ia memberikan dorongan kepada petani milenial agar terus meningkatkan kemampuan dan tidak lengah menghadapi kompetisi.

“Saya meminta kepada para petani milenial untuk terus mengasah diri, karena persaingan dunia perdagangan ini sangat luar biasa. Siapa yang cepat, dia yang untung. Kalau lambat, maka anda akan tertinggal,” tegasnya.

Wagub juga berharap sektor perkebunan, pertanian, dan peternakan di Sulbar dapat tumbuh lebih baik melalui peran aktif generasi muda.

Acara pelantikan turut dihadiri pejabat pemerintah, organisasi kepemudaan, dan kelompok tani. Kegiatan ditutup dengan dialog interaktif yang membahas peluang serta tantangan pertanian Sulbar di era modern.