Ruang Redaksi – Polres Kabupaten Polewali Mandar (Polman) menggelar reka ulang (Rekonstruksi) kasus penembakan yang menewaskan pria bernama Husain (35) di Desa Lagi-agi, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polman, Sulbar, Senin, (3/10/2025).
Rekonstruksi digelar di lokasi kejadian, dengan menghadirkan empat orang pelaku yang terlibat dalam kasus penembakan yakni AF, DR, FR dan AK.
Dalam rekonstruksi itu terdapat 38 adegan yang diperagakan oleh pelaku di enam (6) titik Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Mulai dari tempat perencanaan pembunuhan hingga tempat pelaku melakukan penembakan terhadap korban yang berada di Desa Lagi-agi.
Adegan pertama dalam reka ulang itu menceritakan pertemuan AF dan DR yang merupakan saudara kandung di rumah orang tuanya di Sabang Subik, untuk merencanakan pembunuhan. AF menyerahkan senjata api ke DR untuk menghabisi nyawa korban.
Selain menggunakan senjata api (senpi) di lokasi itu juga terdapat botol yang berisi air keras yang disiapkan pelaku sebagai opsi lain untuk menyerang korban.
Sementara dalam adegan lainnya di sekitar Pasar Campalagian, DR dibantu FR dan AK membuntuti korban Husain mulai dari Pasar Campalagian hingga ke TKP Jalan Poros Sumarrang.
Hingga adegan ke 26 dan 27, korban yang mengendarai sepeda motor ditembak mati oleh DR dari sepeda motor yang dikendarainya, korban ditembak sebanyak 1 kali dengan luka tembak di kepala.
Setelah menembak korban, pelaku sempat menoleh ke arah korban sebelum akhirnya kabur meninggalkan lokasi.
Kapolres Polman, AKBP Anjar Purwoko, mengatakan, dalam rekonstruksi yang diperagakan oleh pelaku terdapat 38 adegan yang terbagi di 6 lokasi.
“Hal ini dilakukan untuk memberikan gambaran faktual peristiwa demi kepentingan penyidikan hingga proses persidangan nantinya” kata AKBP Anjar kepada wartawan.
Rekonstruksi ini berlangsung selama kurang lebih empat jam disaksikan oleh ratusan warga.
Selain itu, Keluarga korban juga turut hadir dalam rekonstruksi, keluarga sempat menangis bahkan ibu korban nyaris pingsan saat melihat adegan pelaku menembak korban hingga tewas ditempat.
Untuk diketahui, Husain ditemukan tewas bersimbah darah dalam mobil di Desa Lagi-Agi, Kecamatan Campalagian, Sabtu (20/9/2025) sekira pukul 20.00 Wita. Polisi memastikan korban tewas akibat tertembak di kepala setelah hasil autopsi keluar




