Ruang Redaksi – Ratusan warga memadati halaman gedung gabungan Dinas, Kelurahan Pekkabata, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polewali Mandar (Polman) pada Jumat (13/3/2026).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Mereka antusias mengantre demi mendapatkan paket sembako murah dalam operasi pasar yang digelar Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat bersama Pemkab Polman.

Antusiasme tinggi ini dipicu oleh harga paket sembako yang dibanderol jauh di bawah harga pasar, yakni hanya Rp30.000 per paket.

Kepala Bidang Perdagangan Disperindagkop UKM Provinsi Sulawesi Barat, Sri Andriani, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk koordinasi intensif antara pemerintah provinsi dan kabupaten untuk meringankan beban ekonomi masyarakat.

“Kami menyediakan 300 paket sembako. Isinya terdiri dari beras 5 kg, minyak goreng 1 liter, dan gula pasir 1 kg. Dengan harga Rp30 ribu, warga sudah bisa membawa pulang ketiganya,” ujar Sri Andriani di lokasi kegiatan.

Ia menambahkan, pihak provinsi bertugas menyalurkan bantuan, sementara teknis pembagian sepenuhnya diserahkan kepada pemerintah daerah setempat agar tepat sasaran.

“Sasaran utama kami adalah masyarakat menengah ke bawah,” tegasnya.

Disperindagkop Sulbar serahkan Paket Sembako ke Disperindagkop Kabupaten. (Foto: Asyhar)

Senada dengan hal tersebut, Kepala Disperindakob dan UKM Kabupaten Polman, Agusnia Hasan Sulur, menyatakan bahwa kolaborasi ini difokuskan pada titik-titik yang paling membutuhkan. Mengingat kuota yang terbatas, distribusi kali ini diprioritaskan untuk warga di tiga kelurahan.

“Karena kuota terbatas hanya 300 paket, kami prioritaskan untuk warga di Kelurahan Takatidung, Pekkabata, dan Manding yang benar-benar membutuhkan,” kata Agusnia.

Untuk memastikan transparansi dan pertanggungjawaban administratif, warga diwajibkan membawa KTP sebagai syarat pengambilan.

“Masyarakat harus menunjukkan KTP dan menandatangani tanda terima. Ini menjadi dasar pertanggungjawaban kami bahwa bantuan telah tersalurkan kepada yang berhak,” pungkasnya.