Ruang Redaksi – Insiden memilukan terjadi di tengah antrean panjang pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat. Seorang ibu rumah tangga dilaporkan jatuh pingsan saat tengah mengantre di salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah tersebut, Rabu (1/4/2026).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Ibu tersebut mendadak lemas dan tak sadarkan diri di tengah kerumunan warga yang sedang memburu BBM jenis Pertalite. Melihat kejadian itu, sejumlah pengendara dan warga yang berada di lokasi langsung bergerak cepat mengevakuasi korban ke mushala terdekat untuk mendapatkan pertolongan pertama.

Penyebab pingsannya korban diduga kuat karena kelelahan setelah berdiri selama berjam-jam di bawah terik matahari demi mendapatkan BBM. Hal ini dikonfirmasi oleh pihak pengelola SPBU.

“Tadi memang ada warga yang pingsan, sepertinya karena belum sarapan sebelum masuk barisan antrean,” ujar Natas, Admin SPBU Polewali.

Ia juga menghimbau agar masyarakat memastikan kondisi fisik tetap prima dan sudah makan sebelum memutuskan untuk ikut mengantre panjang.

Kondisi di SPBU Polewali dalam dua hari terakhir memang terpantau kritis. Antrean kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, tampak mengular hingga mencapai 2 kilometer ke badan jalan. Fenomena ini mulai terjadi sejak pagi hari, bahkan sebelum SPBU beroperasi secara penuh.

Untuk mencegah kemacetan total di Jalan Trans Sulawesi, sejumlah personel kepolisian telah dikerahkan ke lokasi guna mengatur lalu lintas yang sempat terganggu akibat bahu jalan yang dipenuhi kendaraan pengantre.

Salah seorang warga, Awal, yang ikut mengantre, mengaku sudah menghabiskan waktu lebih dari dua jam di lokasi. Ia terpaksa mengantre di SPBU karena stok BBM di tingkat pengecer sudah luntur sejak tiga hari lalu.

“Di pengecer kosong dari kemarin. Kalaupun ada, harganya tidak masuk akal, bisa mencapai Rp25.000 hingga Rp40.000 per botol isi 1,5 liter. Kemarin saya sudah antre tapi tetap tidak kebagian,” keluh Awal.

Sementara itu, pihak SPBU menegaskan bahwa sebenarnya tidak ada kendala pada pasokan. Natas menyebut kondisi ini lebih disebabkan oleh panic buying atau kepanikan masyarakat akibat isu kenaikan harga.

“Pasokan sebenarnya aman, permintaan kami selalu dipenuhi Pertamina, misalnya 24.000 liter. Tidak ada pengurangan dan harga tetap normal, tidak ada kenaikan,” tegas Natas.

Guna mengurai kemacetan dan memenuhi lonjakan permintaan, pihak SPBU Polewali telah berkoordinasi dengan Pertamina untuk menambah pasokan harian.

“Saat ini pasokan masuk dua kali sehari. Namun dengan kondisi antrean seperti ini, stok 24.000 liter memang terasa kurang jika dikeluarkan bersamaan. Kami sudah meminta tambahan pasokan agar kebutuhan konsumen terpenuhi,” tutupnya.

Hingga berita ini diturunkan, antrean di SPBU Polewali masih terpantau padat, namun arus lalu lintas mulai terkendali di bawah pengawasan aparat kepolisian.