Ruang Redaksi – Ada pemandangan berbeda di pusat Kabupaten Polewali Mandar (Polman) dalam beberapa pekan terakhir. Area Alun-alun Kota Polewali kini tak sekadar menjadi tempat bersantai, namun bertransformasi menjadi arena ketangkasan bagi para pecinta Gel Blaster.
Permainan simulasi pertempuran yang menggunakan unit replika berpeluru gel air (water gel) ini tengah naik daun. Tak hanya digandrungi remaja, hobi ini juga memikat hati para orang tua, menjadikannya primadona baru lintas generasi di Bumi Tipalayo.
Melihat tingginya minat masyarakat, para pegiat hobi mulai mengorganisir kegiatan ini menjadi lebih terstruktur.
Muhammad Daifullah, seorang Event Creator yang menginisiasi kegiatan ini, mengungkapkan bahwa tren ini awalnya diadaptasi dari Sulawesi Selatan, sehingga ia berinisiatif untuk menyiapkan tempat bagi pecinta gel blaster agar tidak bermain disembarang tempat.
“Kita mencoba siapkan wadah di Polman. Daripada teman-teman tidak punya tempat untuk menyalurkan hobi, akhirnya kita buatkan event. Kami ingin mewadahi mereka yang punya minat di bidang ini,” ujar Daifullah, Kamis (19/3/2026).
Respon masyarakat ternyata di luar ekspektasi. Tercatat sudah dua kali event besar digelar, dan jumlah peminat terus melonjak tajam.
“Tadi saja ada 10 tim dari Polman yang ikut serta. Antusiasmenya sangat tinggi,” ungkapnya.
Berbeda dengan permainan tembak-menembak biasa, Gel Blaster di Polman mengusung konsep kompetisi yang sportivitasnya terjaga. Konsep permainannya menitikberatkan pada kerja sama tim dan akurasi.
“Setiap tim harus mengatur strategi untuk menjatuhkan botol target. Di sini butuh poin untuk memenangkan timnya. Jadi bukan sekadar menembak, tapi ada taktik di dalamnya,” jelas Daifullah.
Meski awalnya menargetkan segmen usia 13 tahun ke atas, kenyataan di lapangan menunjukkan dominasi pemain usia dewasa (21 tahun ke atas). Hal ini membuktikan bahwa Gel Blaster menjadi pelarian positif yang seru bagi para pekerja dan orang tua untuk melepas penat sekaligus berolahraga.
Walaupun peluru gel air dinilai jauh lebih aman dibandingkan paintball atau airsoft gun, penyelenggara tetap menerapkan standar keamanan yang ketat.
Seluruh pemain diwajibkan menggunakan alat pelindung diri (APD) seperti masker atau pelindung wajah dan perlengkapan lainnya guna menghindari cedera saat kontak fisik atau terkena pantulan peluru.
Ke depannya, Muhammad Daifullah berencana membawa tren Gel Blaster di Polman ke level yang lebih tinggi. Melihat antusiasme yang masif, ia optimis bisa menyelenggarakan turnamen dengan skala yang lebih besar dan profesional.
“Rencananya kita mau buat event yang lebih besar lagi karena peminatnya luar biasa. Kita ingin hobi ini tidak hanya sekadar main-main, tapi dikelola secara profesional,” pungkasnya.




