Ruang Redaksi – Di bawah langit Dusun Batu Menganga yang tenang, senyum Asrul (41) tak kunjung pudar. Bagi warga Desa Bulo, Kecamatan Bulo ini, bulan suci Ramadhan 2026 bukan sekadar tentang menahan lapar dan dahaga, melainkan tentang penantian panjang yang akhirnya terjawab melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Kodim 1402/Polman.
Hunian Asrul yang dulunya reyot dan tak layak, kini mulai bersalin rupa menjadi bangunan kokoh. Program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) ini menjadi kado terindah bagi keluarganya di tengah khidmatnya bulan puasa.
Bagi Asrul, kehadiran para prajurit TNI di desanya memberikan kesan mendalam yang melampaui urusan konstruksi fisik. Ia merasa tidak sedang bekerja bersama kuli bangunan, melainkan bersama saudara sendiri.
“Alhamdulillah, berkah Ramadhan tahun ini luar biasa. Kami tidak hanya mendapatkan renovasi rumah, tetapi juga merasa mendapatkan keluarga baru dari para anggota Satgas TMMD,” ungkap Asrul dengan mata berkaca-kaca, Jumat (20/2/2026).
Menjalankan proyek fisik di tengah cuaca Polman yang terik sembari berpuasa tentu bukan perkara mudah. Menjaga stamina personel dan warga menjadi prioritas utama Kodim 1402/Polman.
Untuk menyiasatinya, Satgas TMMD menerapkan strategi pengerjaan malam hari. Pasiter Kodim 1402/Polman, Kapten Inf Alimuddin, menjelaskan bahwa langkah ini diambil agar target fisik tetap tercapai tanpa mengganggu kekhusyukan ibadah.
Sasaran tambahan seperti RTLH dan pembangunan fasilitas MCK. Menghindari dehidrasi dan kelelahan berlebih bagi warga dan personel yang berpuasa di siang hari. Memastikan progres tetap berjalan sesuai jadwal sebelum hari raya Idul Fitri.
“Kami mengatur waktu sedemikian rupa agar pekerjaan fisik tetap progresif namun tidak menguras tenaga personel dan warga. Malam hari justru menjadi waktu produktif di mana kebersamaan semakin terasa,” jelas Kapten Alimuddin.
Di sela-sela suara cetok yang beradu dengan semen dan aroma kopi di waktu malam, terjalin interaksi hangat. Canda tawa antara prajurit dan warga menjadi penghilang penat yang efektif.
Kapten Alimuddin menegaskan bahwa pembangunan fisik hanyalah satu bagian dari tujuan besar TMMD. Esensi sebenarnya adalah Kemanunggalan TNI dengan Rakyat.
“TMMD tidak hanya fokus pada pembangunan fisik. Sasaran utamanya adalah membangun kedekatan. Gotong royong yang terjalin di Desa Bulo adalah bukti nyata bahwa kebersamaan adalah kekuatan utama dalam membangun bangsa dari pinggiran,” ungkapnya.
Kini, rumah yang hampir rampung itu berdiri sebagai saksi bisu perjuangan di bulan suci. Bagi Asrul dan warga Desa Bulo, TMMD ke-127 bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan monumen persaudaraan yang akan mereka kenang lama setelah lebaran usai.




