Ruang Redaksi – Kepulan asap hitam dari Jalan Nuri, Kelurahan Pekkabata, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat sempat memicu kepanikan warga setempat. pada Jum’at (9/1/2026).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Api yang muncul dari dapur rumah milik Mursalim (51) nyaris menimbulkan mala petaka ditengah padatnya pemukiman padat penduduk.

Kebakaran itu diduga akibat kelalaian pemilik rumah saat memasak. Meski tidak ada korban jiwa, namun insiden ini menjadi pengingat fatalnya faktor human error dalam manajemen risiko kebakaran rumah tangga.

Warga setempat, bahu membahu bersama aparat Kelurahan Pekkabata dan Binmas Polres Polman, bergerak cepat melokalisir api, sesaat sebelum Regu B UPTD Damkar Polman tiba di lokasi pukul 09.05 WITA.

“Tugas kami beralih ke fase pendinginan (cooling) dan overhaul. Kami memastikan tidak ada bara api yang tersembunyi di balik reruntuhan material untuk mencegah penyalaan kembali,” kata Kepala UPTD Damkar Polman, Imran.

Kebakaran tersebut terjadi dipicu oleh kelalaian klasik, pemilik rumah memasak lalu ditinggalkan.

Dalam perspektif sains kebakaran (fire science), api kompor yang tak terkendali masuk dalam kategori Kebakaran Kelas A (material padat mudah terbakar).

Ketika minyak atau masakan mengering karena panas berlebih (overheating), suhu di sekitar wajan akan mencapai titik nyala (flash point).

Tanpa pengawasan, radiasi panas ini dengan cepat merambat ke benda di sekitarnya seperti dinding kayu, plafon, atau kain lap melalui proses konveksi udara.

Kejadian kebakaran ini menjadi pengingat keras dalam manajemen risiko kebakaran rumah tangga agar selalu meminimalisir dan mencegah kebakaran terjadi dengan fokus dan waspada.