PT Bank Syariah Indonesia, Nama Baru Hasil Merger Tiga Bank BUMN

0
50
(dari kiri) Direktur Utama PT Bank BNI Syariah Abdullah Firman Wibowo, Direktur Utama PT Bank BRIsyariah Tbk Ngatari, Ketua Project Management Office Integrasi dan Peningkatan Nilai Bank Syariah BUMN sekaligus Wakil Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Hery Gunardi dan Direktur Utama PT Bank Syariah Mandiri Toni EB Subari berfoto bersama pada Penandatanganan Rancangan Penggabungan Bank Syariah di Jakarta, Selasa (20/10/2020). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto.

Ruangredaksi.com, Jakarta – Bank syariah gabungan dari tiga perbankan pelat merah akan diberi nama PT Bank Syariah Indonesia Tbk. Nama ini akan menggantikan merek dan logo PT Bank BRIsyariah Tbk yang menjadi induk merger ini.

Kantor pusat PT Bank Syariah Indonesia bakal menggunakan gedung milik PT Bank BRIsyariah pusat yang berada di Jl. Abdul Muis No. 2-4, Jakarta Pusat. Selanjutnya, operasional usai merger akan memanfaatkan kantor cabang dan unit yang dimiliki masing-masing anggota merger BRIsyariah, Bank Syariah Mandiri, serta BNI Syariah.

Secara total akan ada 10 direksi yaitu Direktur Utama, dua posisi Wakil Direktur Utama, dan masing-masing satu Direktur Wholesale & Transaction Banking, Retail Banking, Sales & Distribution, Information Technology & Operations, Risk Management, Compliance & Human Capital, serta Finance & Strategy.

Nama dari tiap direksi, dewan komisaris, dan dewan pengawas Syariah (DPS) bakal ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) BRISyariah 15 Desember 2020 nanti.

“Perlu dicatat bahwa saat ini merger belum efektif. Kami masih menjalankan sejumlah proses agar dapat memperoleh semua persetujuan dari regulator. Hingga proses tersebut selesai, semua operasional dan layanan tetap berjalan normal dan optimal,” ucap Direktur Utama BRISyariah Ngatari dalam keterangan tertulis, Jumat (11/12/2020).

Advertisement

Bank hasil merger ini akan memiliki total aset Rp214,6 triliun dengan modal inti Rp20,4 triliun. Dengan posisi ini, maka PT Bank Syariah Indonesia akan masuk golongan bank Buku 3 karena berada dalam rentang modal inti Rp5-30 triliun. [tirto]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here