Polda Aceh Musnahkan Barang Bukti Narkotika, Kapolda Aceh “Miskinkan Bandar Narkoba”

0
3321

Ruangredaksi.com, Banda Aceh – Polda Aceh menggelar pemusnahan barang bukti Narkotika hasil pengungkapan tahun 2020 oleh jajaran Ditresnarkoba dan Polres jajaran di lapangan belakang Mapolda Aceh, Rabu (23/9/2020) sekira pukul 09.00 WIB.

Kegiatan tersebut dihadiri Kapolda Aceh Irjen Pol Drs Wahyu Widada M Phil, Pangdam IM Mayjen TNI Hassanudin SIP MM, mewakili Plt Gubernur Aceh, Ketua Pengadilan Tinggi Aceh, Kajati Aceh, mewakili Kepala BNNP Aceh, Kabinda, Bea Cukai Provinsi Aceh, tokoh masyarakat dan ulama serta para undangan lainnya.

Dalam kegiatan itu, Kapolda bersama Pangdam, Kajati dan unsur lainnya memusnahkan barang bukti narkoba seperti sabu, ganja, dan juga pil ekstasi.

Sebanyak 80,2 kg sabu dan 27.400 butir ekstasi dimusnahkan dengan mesin molen. Sedangkan ganja seberat 372,6 kg dibakar bersama.

Dirresnarkoba Polda Aceh, Kombes Pol Ade Sapari SIK MH, di antaranya menyebutkan jumlah barang bukti narkotika hasil ungkap tahun 2020 oleh jajarannya, yakni ganja kering sebanyak 372,6 kg, sabu sebanyak 80,2 kg dan ekstasi sebanyak 27.400 butir.

“Barang bukti narkotika jenis sabu yang diungkapkan Ditresnarkoba Polda Aceh 37,856 gram. Hasil pengungkapan Polresta Banda Aceh 2.029 gram, Polres Langsa 1,047 gram, dan Polres Langsa 39.300 gram,” kata Kombes Pol Ade.

Sedangkan jenis ekstasi hasil sitaan  Polres Aceh Tamiang sebanyak 27.400 butir. Selanjutnya untuk ganja kering, Ditresnarkoba Polda Aceh berhasil menyita  18.720 gram, Polresta Banda Aceh 20.851 gram, Polres Gayo Lues 300.000 gram, Polres Aceh Tenggara 28.000 gram, dan Polres Aceh Besar sebanyak 5.000 gram.

Sementara itu, Kapolda Aceh, Irjen Pol Wahyu Widada dalam sambutan menyebutkan, di tengah kepedulian semua pihak terhadap penanganan dan penanggulangan Covid-19, jajaran Kepolisian Daerah Aceh tetap berkomitmen untuk menjalankan peran dan fungsinya sebagai mitra strategis bagi pemerintah daerah serta masyarakat Aceh.

“Termasuk dalam menangani kasus narkotika yang memiliki dampak struktural terhadap perkembangan generasi muda penerus bangsa,” kata Irjen Wahyu.

Pada masa pandemi Covid-19 yang telah melanda hampir seluruh dunia termasuk Provinsi Aceh, lanjutnya, sangat berpengaruh pada semua aspek kehidupan, pergeseran perilaku kehidupan masyarakat dalam gaya hidup dan pemanfaatan dan desakan kebutuhan ekonomi menjadi salah satu faktor peredaran illegal dan penyalahgunaan narkoba.

“Bahaya lainnya yaitu para pengedar narkoba akan memanfaatkan situasi kondisi kalangan pemuda, pelajar, mahasiswa, karyawan dan masyarakat yang terdampak akibat pandemi untuk ikut terjerumus dalam peredaran dan penyalahgunaan narkoba,” katanya.

Polda Aceh dalam menjalankan tugas pokoknya sebagaimana diamanatkan dalam undang-undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia yaitu memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat, memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat serta melakukan penegakkan hukum.

“Saat ini Polda Aceh telah melaksanakan hasil pengungkapan rutin dalam rangka melakukan pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika,” kata Wahyu.

“Keberhasilan yang sudah kita capai ini merupakan langkah nyata perang terhadap narkoba dan upaya menyelamatkan generasi penerus kita. Kepolisian Daerah Aceh tidak akan pernah berhenti dan akan selalu meningkatkan intesitas pemberantasan perdagangan illegal dan penyalahgunaan narkoba,” tegas Kapolda.

Tegas! Kapolda Aceh Perintah Miskinkan Bandar Narkoba, Sita Harta dengan Pasal TPPU

“Saya mohon dukungan Pak Kajati juga Pak Kepala Pengadilan Tinggi, kita akan terapkan TPPU. Hanya dengan dimiskinkan mereka ini. Saya pastikan akan kita kenakan TPPU (mereka bandar), sita hartanya,” kata Irjen Wahyu disambut tepuk tangan para undangan yang hadir dalam acara pemusnahan barang bukti tersebut.

Kapolda Aceh, Irjen Pol Wahyu Widada bersama Pangdam IM dan Kajati Aceh memusnahkan barang bukti narkoba jenis sabu di halaman belakang Mapolda Aceh, Rabu (23/9/2020). (IST)

Kapolda Aceh, Irjen Pol Wahyu Widada tak main-main dengan kasus narkoba yang selama ini berhasil diungkap oleh jajaran kepolisian di Aceh.

Kapolda dengan tegas meminta para anggota, untuk mengenakan pasal tindak pidana pencucian uang (TPPU) untuk setiap bandar dan para pelaku pengederan barang haram tersebut.

Irjen Wahyu dengan tegas, memerintahkan jajaran untuk memiskinkan para bandar yang tertangkap.

Menurutnya, hanya dengan cara itu, para bandar dan pelaku akan jera dan tak akan mengulangi perbuatannya. Untuk itu, dia memohon dukungan dari Kajati Aceh dan juga Ketua Pengadilan Tinggi di Aceh, untuk menjatuhkan pasal TPPU kepada mereka yang dituntut.

Saya mohon dukungan Pak Kajati juga Pak Kepala Pengadilan Tinggi, kita akan terapkan TPPU. Hanya dengan dimiskinkan mereka ini. Saya pastikan akan kita kenakan TPPU (mereka bandar), sita hartanya,” kata Irjen Wahyu disambut tepuk tangan para undangan yang hadir dalam acara pemusnahan barang bukti tersebut.

Hal ini harus dilakukan, menurut Irjen Wahyu, karena pelaku pengedar dan bandar narkoba membahayakan generasi muda Aceh.

“Mereka nggak peduli dengan generasi muda kita yang penting mereka dapat duit. Tidak peduli dengan keselamatan generasi emas Aceh. Tidak peduli dengan masa depan Aceh. Kenapa kita harus kasihan kepada mereka? Mereka saja tidak kasihan kepada kita. Satu-satunya cara laksanakan TPPU, Pak Dir Resnarkoba, mainkan,” perintah Kapolda Aceh, Irjen Pol Wahyu Widada, tegas.

Dia yakin, hanya dengan menerapkan tuntutan TPPU maka para pelaku bandar narkoba jera. “Saya yakin semuanya akan bersatu. Ini musuh kita bersama, bukan musuhya Wahyu, bukan musuh polisi, tapi musuh kita bersama seluruh rakyat Aceh,” pungkasnya.

Seusai memberi sambutan, Kapolda Aceh Bersama Pejabat lainnya melakukan pemusnahan barang bukti narkotika dengan cara ganja dibakar dan sabu serta ekstasi digiling dengan mesin molen. [serambinewscom]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here