Pemko Banda Aceh Kembali Razia Masker

0
236
Foto: Humas Pemkot Banda Aceh

Ruangredaksi.com, Banda Aceh – Transmisi lokal Covid-19 mulai terjadi di Banda Aceh, setelah empat warga terinfeksi virus dalam sehari. Untuk antisipasi meluasnya penyebaran virus, Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman memperketat protokol kesehatan.

Salah satunya langkah yang dilakukan adalah dengan kembali menggelar razia masker seperti yang dilakukan sebelumnya. “Banda Aceh kembali lakukan razia masker,” kata Aminullah kepada Serambi, Senin (22/6/2020).

Razia ini sudah pernah digalakkan Pemko Banda Aceh sejak Sabtu 16 Mei 2020. Tapi, kebijakan yang dikeluarkan melalui Peraturan Wali Kota (Perwal) Nomor 24 Tahun 2020 itu dihentikan pada 30 Mei 2020 setelah keluar kebijakan pemerintah pusat terkait akan diterapkannya new normal.

Aminullah menyampaikan, razia masker akan dilaksanakan pekan depan diseluruh tempat seiring meningkatnya kasus Covid-19 di wilayahnya. Pihaknya akan mengerahkan personil Satpol PP untuk melakukan razia.

Dari data yang dirilis gugus tugas, total pasien positif Covid-19 di Banda Aceh mencapai delapan orang. Dari jumlah itu, tiga orang sudah sembuh dan yang masih dirawat sebanyak lima orang.

Sedangkan jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 936 orang. Sebanyak 861 orang sudah selesai pemantauan dan yang masih tersisa dalam pemantauan sebanyak 75 orang lagi.

Khusus untuk jumlah orang yang berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) hingga kemarin nihil. Sebelumnya sempat ada 16 orang, tapi saat ini sudah sembuh sehingga saat ini tidak ada orang dirawat dalam status PDP.

Wali Kota Aminullah juga tidak bosan-bosannya mengingatkan warga untuk mematuhi protokol kesehatan seperti selalu memakai masker, cuci tangan, jaga jarak, serta hindari keramaian. Hal tersebut guna menghindari diri dari penyebaran virus ini.

“Selama ini tidak dilakukan razia lagi bukan berarti kita telah terbebas dari virus ini. Jika kita tidak waspada atau sepele akan hal ini maka bisa jadi Banda Aceh kedepannya akan ditetapkan sebagai daerah rawan corona, sehingga terpaksa kita harus siaga ketat lagi,” ungkapnya.

Terkait penetapan zona, menurut Aminullah, hanya sebagai acuan pemerintah agar warga bisa melaksanakan aktivitas lagi. Tapi, warna zona tersebut bisa berubah kapan saja, tergantung pada upaya penanganan yang dilakukan pemerintah kota dan kepatuhan warga.

“Kita berharap gerakan menanggulangi dengan serius wabah ini bisa dijalankan oleh smeua kabupaten/kota. Terutama di daerah perbatasan. Karena virus ini bukan hanya ada di Banda Aceh saja. Kita terus berusaha sembari berdoa agar daerah kita dijauhkan dari wabah penyakit mematikan ini,” kata Aminullah.

Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman mengakui saat ini sudah banyak warganya yang tidak patuh terhadap protokol kesehatan Covid-19. Hal ini dilihat dari banyaknya warga yang melakukan aktivitas di luar rumah tidak bermasker dan seperti adanya pengabaian terhadap protokol kesehatan.

“Saya liat protokol kesehatan sudah kurang dijalankan,” kata Aminullah. “Forkopimda sebagai gugus tugas Covid-19 akan melaksanakan razia lagi. Kita setiap saat minta masyarakat untuk patuhi protokol kesehatan,” ujar Wali Kota Aminullah.

Penilaian itu disampaikan Aminullah setelah Banda Aceh terjadi transmisi lokal Covid-19 pasca bertambahnya jumlah warga Aceh yang terinfeksi virus. Berdasarkan informasi dari Dinas Kesehatan Aceh, dalam sehari pada 20 Juni 2020 bertambah delapan orang lagi yang terinfeksi. Empat di antaranya tenaga medis (perawat).

Pasien positif corona ini berasal dari Aceh Tamiang satu orang, empat di Banda Aceh, dan tiga di Aceh Besar, maka total warga terinfeksi corona di Aceh mencapai 47 orang. Dua orang meninggal, 20 orang sembuh, dan selebihnya sedang dirawat.(mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here