Pemerintah Libanon Nyatakan Darurat di Beirut Pasca Ledakan Amonium Nitrat

0
895
Foto menunjukkan kerusakan di lokasi ledakan Selasa di daerah pelabuhan Beirut, Lebanon [Mohamed Azakir/Reuters]

Ruangredaksi.com, Beirut – Pemerintah Libanon telah menyatakan keadaan darurat selama dua minggu kedepan di kota Beirut dengan mengarahkan seluruh kekuatan militer pasca ledakan besar yang menghancurkan ibukota libanon dan menewaskan sedikitnya 137 orang.

Sekitar 5.000 lebih orang terluka dalam ledakan tersebut dan para petugas gabungan yang terdiri dari medis, militer, kepolisian dan relawan terus melanjutkan aksi penyelamatan untuk korban pada rabu (5/08), dengan menyisir reruntuhan bangunan serta menggali puing-puing untuk mencari korban.

Menurut info dari media setempat, ribuan orang hilang dan korban tewas diperkirakan akan terus bertambah.

Sampai berita ini diturunkan penyebab ledakan masih belum ditemukan dengan jelas, namun para penjabat libanon mensinyalir penyebab ledakan dengan timbunan besar amonium nitrat yang disimpan lama di pelabuhan selama bertahun-tahun.

Setelah pertemuan kabinet darurat pada rabu kemarin, pemerintah mengatakan akan menahan sejumlah pejabat pelabuhan Beirut menjadi tanahan rumah sambil menunggu proses penyelidikan tentang bagaimana bahan amonium nitrat yang sangat berbahaya tersebut datang dan disimpan di pelabuhan disana.

Pemerintah mengatakan militer akan mengawasi mereka-mereka yang terlibat untuk mempertanggung jawabkan atas penyimpanan dan penjagaan di pelabuhan Beirut dari Juni 2014 sampai terjadi ledakan.

Kantong yang mengandung pupuk amonium nitrat [foto: Stephane Mahe/Reuters]

Ledakan Beirut : Menyimpan Bahan Peledak Yang Menghancurkan Ekonomi

Penyidik sedang menyelidiki dugaan atas kelalaian dalam menyimpan bahan kimia peledak di Pelabuhan dengan kerusakan diperkirakan antara $10 – $15 miliar dolar Amerika atau setara Rp 146 triliun sampai Rp 219 triliun.

Pejabat yang bertanggung jawab atas ledakan dikota Beirut tersebut akan menjadi tahanan rumah “sesegera mungkin” setelah identitas mereka ditetapkan oleh Komite investigasi yang dipimpin oleh Menteri Kehakiman, Perdana Menteri dan Kepala Lembaga Keamanan.

Menteri informasi Manal Abdelsamad mengatakan, “Tahanan rumah akan dilakukan “dalam lima hari ke depan”, periode yang diberikan untuk Komite investigasi untuk menyimpulkan temuan dan menyerahkan mereka ke peradilan, kata Menteri.

Jaksa Agung Ghassan Oueidat memerintahkan lembaga keamanan untuk memulai penyelidikan segera dan mengumpulkan semua laporan dan Surat atau pesan yang berkaitan dengan bahan atau material yang disimpan di pelabuhan serta daftar orang yang bertanggung jawab atas pemeliharaan, Penyimpanan dan perlindungan dari hanggar.

Presiden Michel AOUN mengatakan 2.750 ton amonium nitrat, digunakan dalam pupuk dan bom, telah disimpan selama enam tahun di pelabuhan tanpa tindakan keamanan.

Dia mengatakan dalam sebuah pidato Nasional bahwa pemerintah adalah “bertekad untuk menyelidiki dan mengekspos apa yang terjadi sesegera mungkin, untuk memegang tanggung jawab dan bertanggung jawab lalai,” ujarnya.

Puluhan Warga Hilang

[Mohamed Azakir/Reuters]

Ledakan pada hari Selasa (4/08) di Kota Beirut telah menghancurkan sebagian besar pelabuhan, merusak bangunan di ibukota dan membuat awan jamur raksasa ke langit.

Responden Al Jazeera Zeina Khodr, melaporkan dari Beirut, mengatakan puluhan atau ratusan orang hilang masih belum dapat dipastikan.

“Keluarga mencari jawaban… puluhan keluarga tidak tahu nasib orang yang mereka cintai, “katanya pada hari Selasa.

Ledakan amonium nitrat meledak seperti gempa berkekuatan 3,5 skala richter, dan ledakan tersebut menjadi yang terbesar yang pernah terjadi di Beirut, dimana Beirut merupakan sebuah kota yang pernah digoyang oleh perang saudara 1975-1990 dan dibombardir dalam konflik dengan Israel.

Libanon, ialah sebuah negara yang terletak di laut Mediterania Timur dengan populasi sekitar 6.000.000 orang, adalah negara dalam yang sedang berbenah untuk mengatasi krisis ekonomi yang hancur dimana puluhan ribu orang keluar dari pekerjaan serta negara dengan mata uang yang secara dramatis terdekurasi.

Kesulitan tersebut diperparah dengan kondisi saat ini dimasa pandemi virus COVID-19.

Petugas medis memindahkan orang yang terluka dari rumah sakit Najjar ke rumah sakit lain di daerah Hamra di Beirut [Nabil Mounzer/EPA]

Amnesti Internasional : “Ledakan Itu Harus Diselidiki Secara Independen”

Amnesti internasional menyerukan kemerdekaan ke dalam ledakan mematikan Beirut dan mendesak masyarakat internasional untuk meningkatkan bantuan kemanusiaan saat ini.

Julie Verhaar, Sekretaris-Jenderal Amnesti Internasional yang berbasis di Inggris, mengatakan, “apapun yang mungkin telah menyebabkan ledakan, termasuk kemungkinan sejumlah besar amonium nitrat disimpan secara tidak aman, Amnesty International menyerukan mekanisme internasional untuk segera dibentuk untuk menyelidiki bagaimana hal ini terjadi.

“Amnesty International juga menyerukan masyarakat internasional untuk segera meningkatkan bantuan kemanusiaan ke Libanon pada saat negara itu sudah berjuang dengan krisis ekonomi yang parah, serta pandemi COVID-19. ” [Dari berbagai sumber]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here