Nelayan Aceh Utara Selamatkan Sekitar 100 Pengungsi Rohingya

0
116
pengungsi Rohingya dievakuasi oleh penduduk setempat di pesisir Aceh Utara, Indonesia, 25 Juni 2020 di foto ini yang diambil oleh antara foto. Antara foto/Rahmad/melalui REUTERS

Ruangredaksi.com, Lhoksukon –¬†Nelayan Aceh menyelamatkan sekitar 100 pengungsi Rohingya, termasuk diantaranya 79 perempuan dan anak, di Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh setelah para pejabat mengatakan mereka berencana¬†untuk mendorong mereka kembali ke laut.

Negara di sekitar Asia Tenggara telah semakin enggan menerima perahu pengungsi saat mereka bertempur dengan coronavirus baru, namun para nelayan Aceh mengatakan kepada Reuters bahwa menyelamatkan Rohingya adalah tugas moral.

“Hal ini tidak lebih dari sekedar rasa kemanusiaan dan bagian dari tradisi kami di masyarakat nelayan Aceh Utara,” ujar nelayan lokal Hamdani Yacob dekat kota Seunuddon di Aceh Utara. “Kami berharap para pengungsi akan terlihat di desa kami.”

Pihak berwenang di Aceh menegaskan bahwa para pengungsi telah dibawa ke darat pada hari Kamis dan menyediakan perumahan sementara. Para nelayan telah menyelamatkan mereka di awal minggu dan mereka berlabuh di lepas pantai, tetapi para pejabat mengatakan mereka berencana untuk mendorong mereka kembali ke laut dengan perahu baru, bensin dan makanan.

Pemerintah setempat menyerah setelah protes dari nelayan setempat.

Gambar dari pantai di Seunuddon menunjukkan orang dari masyarakat lokal penarik perahu Rohingya ke pantai dan membantu untuk membawa anak yang kurus ke tanah.

“Jika pemerintah tidak mampu, kita masyarakat akan membantu mereka, karena kita manusia dan mereka (para pengungsi Rohingya) adalah manusia juga dan kita memiliki hati,” nelayan lokal lainnya, Syaiful Amri, mengatakan kepada Reuters.

Melarikan diri dari penganiayaan di Myanmar dan kamp pengungsi di Bangladesh, Rohingya telah selama bertahun-tahun naik perahu antara bulan November dan April, ketika lautan tenang, untuk sampai ke negara Asia Tenggara termasuk Malaysia, Thailand dan Indonesia.

Krisis telah memburuk tahun ini sebagai negara daerah telah menutup pintu mereka di tengah pandemi virus koroner, meninggalkan beberapa perahu hanyut selama berminggu-minggu dengan ratusan Rohingya kapal.

Sebagian dari mereka telah meninggal karena persediaan makanan telah habis.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here