Kapolres Aceh Besar Semangati Komunitas Hutan Wakaf Untuk Terus Jaga Hutan

0
242

Ruangredaksi.com, Jantho – Wakil Kepala Kepolisian Resor Aceh Besar Shaiful Anam menyampaikan dukungannya kepada Hutan Wakaf. Shaiful berharap, langkah konservasi ini dapat diikuti oleh warga lain.

“Pak Kapolres (AKBP Riki Kurniawan) juga titip pesan kepada seluruh keluarga besar Hutan Wakaf untuk terus aktif menyelamatkan hutan dan melestarikan lingkungan,” kata Shaiful usai menanam pohon di areal Hutan Wakaf, Jumat, 26 Juni 2020.

Shaiful mengatakan kepolisian sangat mendukung inisiasi Hutan Wakaf untuk menyelamatkan hutan dan lahan kritis di Aceh Besar. Menurut Shaiful, aksi ini merupakan hal yang positif dan harus didukung sebagai bagian dari upaya mencegah dan meredam kejadian bencana alam, seperti kekeringan dan banjir.

Shaiful juga mengatakan cara komunitas Hutan Wakaf menyelamatkan hutan tergolong kreatif dan inovatif. Hal ini, kata dia, dapat mencegah terjadinya pembalakan kayu ilegal.

Namun, tambah Shaiful, Hutan Wakaf juga harus melibatkan warga desa di sekitar lokasi hutan, tokoh adat dan mukim dalam kegiatan konservasi. Dengan demikian, kegiatan ini dapat sejalan dengan upaya pelestarian alam di kawasan hutan.

Inisiator Hutan Wakaf, Afrizal Akmal, yang hadir bersama sejumlah pegiat Hutan Wakaf lainnya, seperti Azhar, Putra, Qudus Husen, mengatakan dukungan kepolisian terhadap gerakan penyelamatan lahan kritis ini sangat penting. Tidak hanya bagi komunitas Hutan Wakaf, namun juga untuk menumbuhkan kesadaran tentang pentingnya partisipasi setiap individu masyarakat dalam menjaga kelestarian alam dan menyelamatkan lahan yang kritis.

Kehadiran jajaran Polres Aceh Besar dan aparatur Gampong Data Cut dan Jantho lama adalah suntikan semangat untuk terus berupaya meluaskan areal Hutan Wakaf,” kata Akmal. “Kami tetap mengajak masyarakat untuk terlibat dan mendapatkan manfaat dari kelestarian hutan.”

Komunitas Hutan Wakaf, kata Akmal, dibentuk sejak 2013. Tiga tahun kemudian, komunitas ini membeli satu hektare lahan kritis di kawasan Jantho. Saat ini, lahan yang dibeli Komunitas Hutan Wakaf mencapai lima hektare. Arealnya berada di Gampong Data Cut dan Jantho Lama.

Cara mengumpulkan uang untuk membeli lahan pun sangat sederhana. Menurut Akmal, tidak ada patokan jumlah donasi. Semua sumbangan disesuaikan dengan kerelaan anggota komunitas. Ada pula yang menyumbangkan bibit pohon untuk menghijaukan kembali lahan kritis.

Saat ini, kata Akmal, Komunitas Hutan Wakaf sedang menyelesaikan sertifikasi lahan dari Badan Pertanahan Aceh Besar dan sedang mengurus sertifikasi wakaf ke Kantor Urusan Agama Jantho. Setelah proses administrasi itu selesai, hutan ini akan diwakafkan kepada masyarakat di Gampong Jantho Lama dan Data Cut.

“Ada banyak cara untuk melestarikan hutan Aceh. Dan kami mencoba melakukannya lewat langkah kecil. Mudah-mudahan ini memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitar Hutan Wakaf,” kata Akmal. [r]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here