Kapal Misteri dan Ledakan Neraka di Beirut

0
655

Oleh Rami Ruhayem di Beirut dan Paul Adams di London (BBC)

Pada 4 Agustus 2020, sebuah ledakan besar mengncurkan daerah pelabuhan Beirut, Libanon. Sebuah “toko grosir” amonium nitrat di gudang penyimpanan pelabuhan diperkirakan menjadi penyebab utama ledakan.

Siapa yang tahu tentang kapal kargo yang berisi bahan berbahaya dan siapa yang harus disalahkan atas kehancuran ini semua?

Foto menunjukkan kerusakan di lokasi ledakan Selasa di daerah pelabuhan Beirut, Lebanon [Mohamed Azakir/Reuters]

Neraka di Pelabuhan Beirut

Pertama, tanah bergetar, bergeser sedikit demi sedikit, namun tak terlihat. Semua terjadi begitu cepat, bagaimana sensasinya, dan lemari pakaian dirumah itu jatuh.

Satu detik, dua detik, tiga dan berhenti.

Sebuah momen keheningan dan kemudian melanda ledakan, lalu menghancurkan bumi. Kali ini seluruh bangunan bergetar, namun itu bukan apa-apa jika dibandingkan dengan besarnya suara yang terdengar.

Ini lebih dari 10Km dari lokasi di Beirut.

Secara naluri, semua orang terburu-buru untuk melihat ke jendela dari mana asal-muasal suara yang menggetarkan kota Beirut itu.

Bagi warga kota Beirut, itu adalah ledakan paling keras sepanjang memori mereka, dan ini merupakan ledakan yang selalu mereka lupakan sepanjang sejarah libanon setelah berkonflik dengan Israel pada tahun 2006.

Baca Pemerintah Libanon Nyatakan Darurat di Beirut Pasca Ledakan Amonium Nitrat

Dijalan raya arah ke kota Beirut dari utara, ambulan melaju kencang menembuh jalanan kota Beirut yang padat akan lalu lintas kenderaan pasca ledakan dan orang-orang yang berteriak histeris serta putus asa melihat kawasan Beirut porak-poranda.

Orang-orang itu, datang, memerinsa teman dan kerabat lalu membawa mereka pergi ke tempat yang lebih aman.

Disisi jalan yang berlawanan, mobil melaju kencang ke arah yang lain, dimana itu membuat mereka ingin langsung pergi dari neraka kota Beirut.

Sistem lalu lintas berhenti, radio dan telepon membawa berita yang paling mengerikan. Rumah sakit kewalahan karena ribuan orang terluka dan api membumbung tinggi.

Mereka yang ingin mengemudi menuju Beirut dipaksa untuk memutar balik oleh pasukan militer dan polisi disana, atau memilih melanjutkan dengan berjalan kaki jika memang mereka ingin memasuki kawasan kota Beirut.

Pecahan kaca berserakan dibadan jalan terakhir sebelum memasuki kota, dan sebuah traktor yang menyala sedang membersihkan tumpukan puing-puing.

Semua bangunan nyaris tak dapat dikenali dengan jendela kaca yang pecah dan tidak ada lampu yang terlihat.

Beberapa orang yang terdiam muncul dari kegelapan, beberapa terluka sambil berjalan dan yang lainnya hanya dapat duduk dengan tatapan kosong sambil menunggu pertolongan medis.

Dan semakin dekat dengan kota Beirut, yang gelap itu.

Peristiwa itu telah dimulai dengan api di Pelabuhan. Namun tak jelas kapan waktu yang tepat api itu mulai terlihat.

Tetapi sekitar 17:54 waktu setempat, sebuat cuitan dari seorang koresponden Los Angeles Times, menunjukkan asap yang sedang mengepul ke langit kota Beirut.

Selain itu, serangkaian video lainnya juga ikut diposting di media sosial oleh orang-orang yang berada disana. Ada ledakan pertama yang membuat api dan asap gelap ke udara, lalu disertai kilatan, dan itu terjadi seperti kembang api yang meledak ke udara.

Kemudian, 35 detik setelah ledakan pertama, ada yang kedua, ledakan besar-besaran. Sebuah lubang besar dari asap merah atau coklat naik dan kubah putih atau jamur seperti awan mengikuti ledakan ke atas.

Ratusan orang tewas, ribuan terluka. Dan jantung kota Beirut Hancur.

Dan di titik itu, ada semua gudang penuh hampir 3.000 ton bahan kimia yang digunakan untuk bahan peledak. dan itu ialah Amonium nitrat.

Kapal Yang Tak Pernah diinginkan (part 2)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here