GTRA Kabupaten Aceh Besar Panen Bersama Jagung di Eks Lahan Ganja Lamteuba

0
2335
@kantahkabacehbesar for Ruangredaksi.com

Ruangredaksi.com, Jantho – Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Kabupaten Aceh Besar bersama Kelompok Tani Oisca Lamteuba melakukan panen bersama tanaman Jagung di eks lahan ganja yang menjadi “Pilot Project Kebun Jagung Reforma Agraria”, pada Senin (1/3/2021), di Desa Lambada, Mukim Lamteuba, Kecamatan Seulimeum, Kabupaten Aceh Besar.

Panen bersama tanaman jagung jenis pioneer di lahan seluas 40 hektare dilakukan oleh Bupati Aceh Besar, Ir. Mawardi Ali, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) ATR/BPN Provinsi Aceh, Agustyarsyah S.SiT., S.H., MP, Kapolres Aceh Besar AKBP Riki Kurniawan SIK, MH, Komandan Kodim (Dandim) 0101/BS Kolonel Inf Abdul Razak Rangkuti, S.Sos., M.Si, Kepala Kantor Pertanahan (Kakantah) Kabupaten Aceh Besar, Agusman A.Ptnh, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Besar, Jakfar, SP, Kepala Baitul Mal Kabupaten Aceh Besar, Zamri A Rafar, Direktur PT Golden Daru Utama, Perwakilan BI, pihak Koramil Kecamatan Seulimeum, Kelompok Tani Oisca Lamteuba, tokoh masyarakat Desa Lambada dan Rombongan Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA).

Dalam sambutannya, Mawardi Ali selaku Ketua Gugus Tugas Reforma Agraria Aceh Besar mengatakan bahwa pemanfaatan lahan untuk pertanian ini dalam rangka mendukung program nasional untuk peningkatan ekonomi masyarakat.

“Pemanfaatan lahan oleh masyarakat petani yang disupport pemerintah serta terintegrasi dengan BPN dan BI ini bertujuan untuk terus meningkatkan ekonomi, khususnya petani setempat”, ujar Bupati Aceh Besar.

Selain itu, dirinya juga meminta agar masyarakat tidak menjual tanah, tetapi diberdayakan untuk pertanian dan akan bernilai ekonomis yang statusnya juga akan disertifikatkan oleh BPN.

Advertisement

“Sekarang kita sudah nikmati hasilnya yang akan ditampung oleh PT Golden Daru Utama yang diolah untuk pakan ternak di Blang Bintang, dan seterusnya pemanfaatan lahan harus ditingkatkan hingga 100 Ha,” pinta Mawardi Ali.

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) ATR/BPN Aceh, Dr. Agustyarsyah S.SiT., S.H. MP mengatakan, ungkapan habis gelap terbitlah terang dirasanya tepat, untuk kebun jagung di desa lambada ini. Dimana yang mulanya merupakan ladang tanaman terlarang yaitu ganja atau cannabis, kini tanah seluas 40 hektar ini di tanami tanaman jagung pioneer yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

“Akhirnya berkat kesadaran masyarakat tentang larangan penanaman ganja, serta kesadaran akan mudharatnya tanaman tersebut masyarakat mulai membersihkan tanaman tersebut dan menggantiya dengan menanam jagung yang diwadahi oleh GTRA aceh besar,” ujar Agustyarsyah.

Dirinya juga menambahkan bahwa program yang diharapkan oleh Menteri BPN dalam rangka reformasi Agraria untuk peningkatan ekonomi telah berjalan dengan baik khususnya di Aceh Besar.

“1 Hektar panen per bulan rata-rata bisa mencapai hasil bersih sebesar 10 Juta rupiah, dapat menghidupi petani dimasa Pandemi,” katanya.

Bagi Agustyarsyah, Pilot project kebun jagung reforma agraria diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat desa lambada yang mata pencaharianya adalah bertani sehingga bisa menumpas kemiskinan di desa lambada.

Sementara petani jagung setempat, Zakiati mengungkapkan, penanaman jagung ini telah memiliki nilai tambah mereka dari sisi ekonomi, dengan harga jagung Pioneer mencapai Rp4.300/Kg.

“Ya, sudah ada pendapatan dari jagung. Kita akan terus bertani jagung disini karena sudah ada penampung,” ujar Zakiati saat ikut panen bersama.

Jagung Pioneer sebagai bahan baku akan diolah oleh kilang jagung PT. Golden Daru Utama untuk pakan ternak serta pemanfaatan batang jagung olahan non kimia untuk Pakan ternak melalui program pendampingan oleh BI.

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Kantor Pertanahan (Kakantah) Kabupaten Aceh Besar yang juga sebagai Pelaksana Harian Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Kabupaten Aceh Besar, Agusman A.Ptnh, menurutnya, Reforma Agraria dirancang untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat di seluruh Indonesia, diperlukan koordinasi serta bimbingan sumber daya manusia agar diperoleh sudut pandang yang sama antar para pemangku kepentingan.

“Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada semua pihak yang terlibat untuk menyukseskan kegiatan ini, sehingga kita bisa menuai hasil panen yang baik dan dapat dirasakan oleh petani dan masyarakat khususnya di desa Lambada,” ujar Agusman.

Menurut Agusman, Kantor Pertanahan Kabupaten Aceh Besar terus berupaya mempercepat Reforma Agraria agar segera dapat dirasakan manfaat dan dampaknya oleh masyarakat.

“Untuk mengatasi masalah,reforma agraria merupakan solusi terbaik dalam upaya mengatasi permasalahan sektor agraria melalui penyelenggaraan penataan aset reforma disertai dengan akses reforma dalam rangka penataan aset reforma,” tutup Agusman. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here