BPN Aceh Besar Optimalisasi Lahan Tidur di Desa Lambada

0
1960
Foto by kab-acehbesar.atrbpn.go.id

Ruangredaksi.com, Jantho – Kabupaten Aceh Besar (Bahasa Aceh: Aceh Rayek) adalah salah satu kabupaten di Provinsi Aceh, Indonesia. Sebelum dimekarkan pada tahun 1970-an, Ibukota Aceh Besar adalah Kota Banda Aceh. Kemudian Kota Banda Aceh berpisah menjadi kotamdya tersendiri, dan ibukota kabupaten berpindah ke Kota Jantho.

Pada tahun 2004, kabupaten aceh besar merupakan salah satu wilayah paling dahsyat terdampak bencana gempa dan tsunami. Sedikitnya, 100.000 jiwa penduduk yang tersebar pada 8 kecamatan di Aceh Besar hilang dan meninggal dunia, dan hamper seluruh bangunan hancur akibat musibah itu. Namun kabupaten aceh besar tidak larut-larut dalam kesedihan, mereka lansung berbenah. Tak heran jika Aceh Besar menjadi salah satu Kabupaten/ Kota di Aceh yang perekonomiannya cukup baik.

Bersebelahan dengan ibu kota kabupaten aceh besar yaitu Kota Jantho, terdapat sebuah kecamatan bernama Seulimeum, kecamatan Seulimum merupakan kecamatan dengan luas wilayah terbesar kedua setelah Kota Jantho, dengan luas 40.435 Ha (404,35 Km2) dengan potensi di sektor Pertanian, Kehutanan,  Perkebunan dan Peternakan. terdapat 1 kemukiman di Kecamatan Seulimum yang menjadi perhatian khusus bagi Bupati Kabupaten Aceh Besar Bapak Ir. Mawardi Ali yakni Kemukiman Lamteuba, beliau menghimbau agar “seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Aceh Besar diminta untuk saling bekerjasama dalam mendukung pembangunan di Kawasan Kemukiman Lamteuba Kecamatan Seulimeum agar terus maju dan tercapai masyarakat yang sejahtera, selain fokus pada pembangunan fisik, Pemkab Aceh Besar juga memprioritaskan pada peningkatan SDM dan meningkatkan peradaban, harkat dan martabat masyarakatnya”.

Untuk mendukung program Bupati Aceh Besar tersebut, kami menganggap perlu dilaksanakannya optimalisasi pada Gampong Lambada melalui program “Optimalisasi Lahan Tidur di Desa Lambada, Kabupaten Aceh Besar demi menunjang kesejahteraan masyarakat”.

Desa dengan luas wilayah 35,38 km2 ini memiliki 1.970 jiwa penduduk, mayoritas pekerjaan penduduk desa tersebut adalah Petani (90%) dan Pedagang/ Pegawai Negeri Sipil (10%). Jumlah Kartu Keluarga (KK) sebanyak 400 KK, terdiri dari 230 KK dengan kategori penduduk miskin dengan pendapat berkisar Rp. 1.000.000 – Rp. 2.000.000 per bulan. Sumber penghasilan utama masyarakat di desa tersebut melalui Pertanian (7,52 Ha) dan Tanaman Pangan (16,73 Ha).

Dengan mayoritas penduduknya adalah petani dan luas lahan yang besar, Desa Lambada memiliki potensi yang sangat baik untuk budidaya salah satu komoditas unggul yaitu jagung, padi dan kacang-kacangan. Bapak Fakhri adalah seorang petani di Desa Lambada mangatakan “disalah satu lokasi beliau menggarap, ada beberapa petani yang menanam jagung dan kacang-kacangan. Menurutnya, harga jagung berkisar Rp.2,000 sampai Rp. 4,000, tergantung banyaknya jagung saat panen di Kabupaten Aceh Besar.

Namun, saat pemasaran Bapak Fakhri sedikit bingung karena harga jagung saat dijual ke agen penampung tidak terlalu besar, seperti yang diharapkan oleh Bapak Fakhri dan petani petani jagung lainnya. Itu tidak hanya terjadi pada petani jagung saja, tapi juga terjadi pada petani yang menanam komoditas lain di Desa Lambada itu sendiri.

Setelah menjumpai Kepala Dinas Pertanian, Bapak Dr Azhar MSc, beliau menjelaskan kalau jagung-jagung di Desa Lambada sangat bagus, dikarenakan alur produksi dan hasil tanaman jagung tersebut.

Di salah satu desa di Kabupaten Aceh Besar, terdapat sebuah pabrik yang berlokasi di Kecamatan Blang Bintang. Pabrik tersebut menampung jagung, sehingga bisa dijual oleh petani dengan harga yang lebih tinggi, daripada dijual kepada agen-agen penampung. Pabrik tersebut mengolah jagung-jagung menjadi pakan ternak, benih kembali dan menjadi makanan yang bisa dikonsumsi masyarakat pada umumnya.

Namun kegiatan optimalisasi ini tidak akan berjalan mulus jika tidak dilakukan bersama dan tidak mendapat dukungan dari instansi terkait, seperti Dinas Pertanian, Dinas Pertanahan dan masyarakat di desa tersebut. Output dari optimalisasi ini adalah lahan yang sebelumnya tidak digunakan atau disebut lahan tidur bisa dioptimalkan sebaik mungkin sehingga hasil dari kegiatan ini adalah menuntaskan angka kemiskinan dan meningkatkan perekonomian masyarakat di Kabupaten Aceh Besar khususnya di Desa Lambada Kecamatan Seulimeum. [kab-acehbesar.atrbpn.go.id]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here