BPKS Gandeng Joel Bungalow Hidupkan Wisata Pulo Aceh

0
402
Kepala BPKS, Ir Razuardi Ibrahim (kiri), Joel Bungalow (kanan) dan Umar Machtub (tengah) sedang membahas potensi Wisata Pulo Aceh. Foto M Nasir Yusuf.

Ruangredaksi.com, Banda Aceh – Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) terus berupaya memaksimalkan bangkitnya ekonomi rakyat dalam wilayah kerja BPKS. Setelah Sabang menjadi salah satu destinasi wisata favorit, kali ini BPKS akan menggenjot kawasan Pulo Aceh, Aceh Besar, yang selama ini nyaris terlupakan, untuk menjadi area destinasi wisata baru di Aceh.

“Kita tak mau hanya sebatas bermain retorika atau berjualan kata kata, kita telah melakukan aksi aksi nyata, seperti membuat infrastuktur Pelabuhan, merealisasikan jalur regular kapal motor penyeberangan, serta bahkan penginapan mini yang multi fungsi,” kata Plt Kepala BPKS, Ir Razuardi Ibrahim MT, Selasa (08/07/2020) siang.

Dalam kaitan itu, BPKS menggandeng pengusaha sektor pariwisata, Zulfitri yang akrab disapa Joel Bungalow, untuk menghidupkan pariwisata Pulo Aceh. Pihak BPKS juga telah melakukan rapat rapat terbatas dalam kaitan menghidupkan wisata Pulo Aceh itu. Salah satunya adalah penjajakan bentuk riil Kerjasama antara BPKS dengan pihak Joel Bungalow, dalam rapat kecil hari ini, di ruang kerja Plt Kepala BPKS di Kantor BPKS Banda Aceh.

Selain dihadiri oleh manajemen BPKS yang dipimpin langsung oleh Razuardi Ibrahim, Zulfitri yang juga Ketua Perhimpunan Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI), rapat itu juga dihadiri oleh Umar Machtub (Wakil Ketua Asosiasi Travel Indonesia-Astindo Aceh). Rapat menyepakati antara lain, komitmen bersama untuk menghidupkan sektor pariwisata di Pulo Aceh, yaitu Pulo Nasi dan Pulo Breuh, yang ujung ujungnya akan menumbuhkan ekonomi kreatif di kedua pulau utama Kecamatan Pulo Aceh.

Selain itu pihak BPKS bersepakat dengan Joel Bungalow untuk membangun resort wisata di Pulo Aceh yaitu di Pulo Nasi serta Pulo Breuh. Sebagai modal dasar, pihak BPKS mempercayakan Joel Bungalow untuk mengelola asset resort BPKS di Pulo Nasi serta Pulo Breuh.

“Kita ingin mendayagunakan asset itu untuk membangkitkan ekonomi masyarakat, serta juga untuk pemasukan negara. Saat ini BPKS telah mendapatkan pemasukan rutin langsung ke negara melalui kebijakan endorsemen, nantinya kita akan dapat dari sektor pariwisata di Pulo Aceh,” kata Razuardi yang akrab disapa Essex, sejenak usai bertemu dengan Zulfitri dan Umar Machtub.

Razuardi juga punya rencana untuk menggelar beberapa event wisata skala besar di kawasan Pulo Aceh, seperti selancar, mancjng mania hingga lomba lain secara rutin yang melibatkan komunitas serta personal secara massal.

Sementara itu, Zulfitri secara terpisah kepada ruangredaksi.com, mengatakan, pihaknya segera akan turun ke Pulo Aceh untuk melakukan langkah awal berupa pemetaan potensi serta kelayakan lokasi. Namun Zulfitri yang sukses membuat spot wisata Joel Bungalow di Lampuuk Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar itu memastikan jika pihaknya akan mengelola sektor pariwisata di Pulo Aceh, tepatnya Pulo Nasi dan Pulo Breuh, Aceh Besar.

“Kita akan lakukan connecting jalur laut antara Lhoknga-Uleelheu-Pulo Aceh, serta memasarkannya hingga mancanegara. Saya yakin akan berhasil, karena potensi wisata bahari yang luar biasa di kawasan Pulo Aceh,” ujar Joel Bungalow.

Menurut Zulfitri, memang di awal awal akan terasa berat dan penuh tantangan, namun ketika masyarakat Pulo Aceh telah merasakan dampak positifnya, maka sektor pariwisata akan sangat menjanjikan dan menjadi primadona, karena memicu munculnya dampak ekonomi kerakyatan yang luar biasa. Baik itu untuk gampong maupun untuk organisasi di desa serta juga secara personal.

“Kita juga akan gandeng Pemerintah Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata untuk menghidupkan wisata Pulo Aceh, seperti melakukan rapat, pertemuan hingga gathering jajaran SKPA di Pulo Aceh. Kita akan siapkan tempat yang refresentativ untuk itu semua,” tandas Joel Bungalow. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here